Category Archives: HEALTHY MATTERS

PREPARING YOUR CHILD FOR HOSPITALIZATION

images (13)
here are some tips for parents to preparing children that need hospitalization. No matter how many times a child visits a hospital as either a patient or just a visitor, he still may feel apprehensive, particularly if he is going to be admitted. If you know a hospital stay is in your child’s near future, some steps can help to make this difficult time a bit easier for you both.

Talk to your child about what to expect during his stay, including when you will be allowed to stay with him and when you may not be able to be with him as well. communication is the key.
Include the whole family in discussions about the impending hospital stay, and encourage your child to ask questions. be open to talk with child.siblings participation usually help to encourage child.
Let your child know that it is okay to be afraid, but also encourage him to talk about why he is afraid, and do your best to relieve his fears.
Let your child bring a special item with her to the hospital, such as a stuffed animal, doll, collectible item, book, or picture or even his lovely pillow or blanket.sick child still need to play.and the items also help to create environment in hospital more like his room in home.
Ask your child to help you pack his suitcase, allowing him to choose his pajamas, slippers, and other necessities. it is good to help child develop his own ability to make decision and responsible.
Head to the nearest department store, and let your child choose a new pair of pajamas, new gown, or new robe.(if the budget available)
If possible, take your child on a tour of the hospital before the day of admittance. it is useful to help child have good adaptation with new place.child tend to feel afraid in new place.
Find picture books and movies that relate general stories about children and other characters that have been hospitalized and share these with your child.sometimes, it’s easier for child to imitate a character in story.help child feel better about being sick.child live mostly in imagination about story and fairy tale.

TUMBUH KEMBANG ANAK

images (12)
PENGERTIAN

Perawat harus memahami betul pertumbuhan dan perilaku yang normal sesuai yang diharapkan pada tahap perkembangan awal untuk membimbing dan meningkatkan kenormalan dan untuk mendeteksi dan mencegah abnormalitas. Contohnya tanpa pengetahuan bahwa anak usia 2,5 – 3 tahun adalah usia toilet training, perawat tidak dapat meningkatkan pembelajaran ketrampilan ini pada anak yang usianya sesuai

Tumbuh adalah proses bertambahnya ukuran/dimensi akibat penambahan jumlah dan atau ukuran sel dan jaringan interseluler.

Kembang / perkembangan adalah proses pematangan / maturasi fungsi organ tubuh termasuk berkembangnya kemampuan mental intelegensia serta tingkah laku anak.

Pertumbuhan dan perkembangan adalah suatu proses yang sinkron yang saling ketergantungan dalam kesehatan seseorang. Seseorang mengalami perubahan pertumbuhan dan perkembangan yang kualitatif dan kuantitatif

Pertumbuhan fisik

Adalah aspek peningkatan individu yang kuantitatif atau dapat diukur dalam ukuran fisik. Indicator pertumbuhan yang dapat diukur meliputi : berat badan, tinggi badan, an gigi, tulang dan usia seksual. Peningkatan indicator ini berarti tumbuh.

semua perubahan ukuran tubuh akibat multiplikasi sel atau pertambahan seluler

bertambahnya ukuran fisik (anatomis) dan structural tubuh dalam arti sebagian atau seluruhnya

Ciri – ciri pertumbuhan :

Bersifat kuantitatif (dapat diukur dengan tinggi/panjang dalam satuan)

Diukur dengan keseimbangan metabolic, missal : retensi Na dan Ca dan umur tulang

meliputi perubahan baik besar, jumlah maupun ukuran.

Perkembangan

Suatu aspek kualitatif atau behavioural (perilaku) dari adaptasi progresif terhadap lingkungan. Suatu contoh dari perubahan kualitatif ini adalah peningkatan kapasitas fungsi yang dihasilkan dengan menguasai beberapa ketrampilan. Misalnya pre school dapat berpartisipasi dalam melakukan pembicaraan via telephone dengan orangtua mereka. Sebelum menguasai kapasitas ini mereka terlebih dahulu belajar kosakata sderhana, belajar meletakkan kata menjadi suatu kalimat atau frase dan mengembangkan suatu pemahaman kognitif terhadap suatu objek yang permanen

Bertambahnya kemampuan ketrampilan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks

Suatu proses yang majemuk yang berlangsung seumur hidup dan merupakan interaksi antara bakat, bawaan, faktor lingkungan dan faktor belajar/latihan dan interaksi dari proses kematangan (peningkatan kemahiran dalam penggunaan fungsi tubuh)

Ciri – ciri perkembangan :

bersifat kualitatif (tidak dapat dihitung dengan satuan tertentu)

meliputi mental, sosial dan emosional

bertambahnya kemapuan (skill)

Faktor – faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan :

forces of nature

herediter.

Herediter/bakat/keturunan/konstitusional. Menentukan potensi/kemampuan bawaan atau bakat tumbuh kembang anak yang di bawa sejak lahir, meliputi : kecerdasan, ras, suku bangsa, jenis kelamin, warna rambut dan kulit, pertumbuhan fisik

Temperament : pembawaan

Karakteristik mood fisiologis yang dibwa anak sejak lahir dan meliputi gaya kepribadian : santai, lamban, hangat, perangai sulit/ sukar.

External forces

Keluarga, Teman sebaya, Pengalaman hidup, Lingkungan kesehatan (Kesehatan prenatal, Nutrisi, Istirahat, tidur dan latihan, Keadaan kesehatan), Lingkungan tempat tinggal

Lingkungan (biopsikososial) Menentukan dicapai tidaknya potensi bawaan

biologi / fisik : Kesehatan tubuh; Gizi; Perumahan, fasilitas , kesejahteraan; Pendidikan; Tingkat ekonomi; Lapangan kerja

Psikososial : Kesehatan jiwa, Cara pengasuhan anak, Pendidikan anak, Nilai sosial budaya, Kebiasaaan, Kepercayaan, Tradisi.

Maturasi / kematangan:

Maturasi adalah suatu proses menjadi sepenuhnya tumbuh dan berkembang. Meliputi kemampuan biologis individu, kondisi fisiologis, dan keinginan untuk belajar menjadi lebih matur atau dewasa lagi.

Periode kritis dari perkembangan :

Periode kritis adalah suatu rentang waktu yang spesifik dimana lingkungan memiliki dampak yang besar pada seseorang. Selama masa kritis ini, beberapa bentuk stimulasi sensori diperlukan untuk proses perkembangan. Tanpa stimulasi, pemenuhan tahap tugas akan menjadi sulit atau bahkan tidak mampu memenuhi ketrampilan atau kemampuan tsb. Contoh : toodler yang tidak dilatih untuk belajar berjalan dalam suatu periode kemungkinan akan mengalami kesulitan dalam belajar di lain waktu. Stimulus yang diberikan terlalu awal juga tidak ada manfaatnya. Jadi tergantung dari waktu dan kadar stimulasi dan kesiapan distimulasi oleh lingkungan.

Prinsip dasar pertumbuhan dan perkembangan :

Perkembangan arah dan perjalanannya searah dengan aksis tubuh :Cephalocaudal, Proximodistal, Differentiation
Perkembangan adalah suatu hal yang kompleks, dapat diperkirakan, terjadi dalam pola dan kronologis yang konsisten.
Perkembangan unik pada masing-masing individu dan potensial genetiknya, dan setiap individu cenderung untuk mencari potensial perkembangan yang maksimal
Perkembangan terjadi melalui konflik dan adaptasi dan aspek yang berbeda mengembangkan perbedaan , periode equilibrium dan disequilibrium.
Perkembangan meliputi tantangan bagi individu dalam menciptakan beberapa tugas sesuai usia spesifik dan kemampuan
Tugas perkembangan memerlukan latihan dan energy
JENIS TUMBUH KEMBANG

Tumbuh kembang fisis meliputi perubahan dalam bentuk besar dan fungsi organisme individu;Tumbuh kembang intelektual berkaitan dengan kepandaian berkomunikasi dan kemampuan menangani materi yang bersifat abstrak dan simbolik seperti berbicara,bermain,berhitung dan membaca; Tumbuh kembang social emosional bergantung kemampuan bayi untuk membentuk ikatan batin,berkasih sayang,menangani kegelisahan akibat suatu frustasi dan mengelola rangsangan agresif.

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG

Faktor Genetik, Faktor herediter konstitusional, Faktor lingkungan

Lingkungan ini meliputi aspek fisikobiopsikososial yang dapat berupa :

Orang tua : hidup rukun dan harmonis,persiaan jasmani,mental,social yang matang pada saat membina keluarga,mempunyai tingkat ekonomo/kesejahteraan yang cukup,cukup waktu untuk memperhatikan,membimbing dan mendidik anak

Pelayanan KIA dan KB yang cukup untuk perlindungan kesehatan Ibu dan Anak dengan jaringan dan fasilitas yang memadai dalam tenaga,peralatan,anggaran dan mencakup seluruh populasi.

Didaerah perkotaan m,aupun pedesaan diciptakan keadaan yang cukup baik dalam segi-segi : kesehatan,geografis,demografis,social ekonomi.

Pendidikan di rumah,sekolah, diluar sekolah dan rumah untuk pembinaan perkembangan emosi, social, moral, etika, tanggung jawab,pengetahuan, ketrampilan dan kepribadian.

TAHAP TAHAP TUMBUH KEMBANG

Proses tumbuh kembang dimulai sejak sel telur dibuahi dan akan berlangsung sampai dewasa.

Tahap prenatal

Periode pre natal : konsepsi sampai dengan kelahiran

Germinal : konsepsi sampai kira-kira 2 minggu

Embrionik : 2-8 minggu

Fetal/janin : 8-40 minggu.

Pertumbuhan yang cepat dan ketergantungan total menjadikan fase ini sebagai suatu periode yang krusial dalam proses perkembangan.

Tahap postnatal

Masa neonatal : lahir – 1 bulan

Masa bayi awal : 1 bulan – 1 tahun

Masa bayi lanjut : 1 tahun – 2 tahun

Masa anak (wanita : 2-10 tahun, laki-laki : 2-12 tahun) :

Masa prasekolah : 2 – 6 tahun

Masa sekolah : wanita 6 – 10 tahun,laki-laki 6 – 12 tahun

Masa remaja (adolesen) : wanita 10-18 tahun, laki-laki 12-20 tahun

Pra pubertas : wanita 10-12 tahun,laki-laki 10-14 tahun

Pubertas : wanita 12-14 tahun,laki-laki 14-15 tahun

Post pubertas :wanita 14-18 tahun,laki-laki 16-20 tahun

SKRINING DAN PENGAWASAN TUMBUH KEMBANG

Pengawasan tumbuh kembang anak dilakukan secara kontinue dengan pencatatan yang baik dimulai sejak dalam kandungan (Ante Natal Care) secara teratur dan pengawasan terutama anak balita.

Untuk pertumbuhan anak dengan pengukuran BB dan TB menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS).

Untuk perkembangan anak dengan menggunakan DDST (Denver Development Screening Test).

Sedangkan tahap-tahap penilaian perkembangan anak yaitu :

Anamnesis; Skrining gangguan perkembangan anak; Evaluasi penglihatan dan pendengaran anak; Evaluasi bicara dan bahasa anak; Pemeriksaan fisik.

TEORI PERKEMBANGAN

Perkembangan Psikoseksual Menurut Sigmund Freud

Fase Oral : 0 – 1 tahun

Keuntungan : Kepuasaan/kebahagian terletak pada mulut. Mengisap,menelan,memainkan bibir,makan,kenyang dan tidur.

Kerugian : menggigit,mengeluarkan air liur,marah,menangis jika tidak terpenuhi.

Fase Anal : 1 – 3 tahun

Keuntungan : belajar mengontrol pengeluran BAB dan BAK,senang melakukan sendiri

Kerugian : jika tidak dapat melakukan dengan baik.

Fase Phalic : 3 – 6 tahun

Dekat dengan orang tua lawan jenis. Bersaing dengan orang tua sejenis

Fase latent : 6 – 12 tahun

Orientasi social keluar rumah, Pertumbuhan intelektual dan social, Banyak teman dan punya group, Impuls agresivitas lebih terkontrol

Fase genital

Pemusatan seksual pada genital, Penentuan identitas, Belajar tidak tergantung pada orang tua, Bertanggung jawab pada diri sendiri, Intim dengan lawan jenis.

Perkembangan Psikososial (Erikson)

Percaya vs Tidak Percaya ( 0-1 tahun) à kepercayaan darai orang tua dan rasa tidak percaya pada orang lain karena kebutuhan dasar tidak terpenuhi.

Otonomi vs Rasa Malu dan dan ragu (1-3 tahun) à otonomi berpusat apda pengontrolan tubuh dan lingkungannya, belajar dari meniru, malu dan ragu muncul jika anak merasa dirinay kerdil.

Inisiatif vs Rasa Bersalah (3-6 tahun) à inisiatif diperoleh dengan cara mengkaji lingkungan. jika anak berprestasi dan ortu memberikan reinforcement positif, maka anak akan lebih kreatif.

Anak merasa bersalah jika dai tidak berprestasi.

Industry vs Inferiority (6-12 tahun) à berinteraksi social dengan teman di lingkungannya, perasaan rendah diri/inferior muncul jika mendapat tuntutan dari lingkungan.

Identitas vs Kerancuan peran à kejelasan identitas diperoleh jika ada kepuasan yang diperoleh dari orang tua atau lingkungan tempat tinggal anak.

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA BAYI (0-1 TAHUN)

Karakteristik fisik

Usia 0 – 6 bulan

Berat badan

BB akan menjadi 2 kali lipat pada usia 6 bulan, BB bayi akan bertambah kira – kira 0,6 kg/bulan

Panjang badan

Panjang badan rata – rata saat umur 6 bulan akan mencapai 65 cm, Panjang badan meningkat dengan kecepatan 2,5 cm per tahun

Lingkar kepala

Lingkar kepala mencapai 42,5 cm pada usia 6 bulan, Lingkar kepala meningkat 1,25 cm perbulan

Usia 6 – 12 bulan

berat badan

BB menjadi 3 kali lipat pada usia 1 tahun, Perkiraan BB pada usia 1 tahun adalah 10 kg, Bayi menambah BB 0,45 kg perbulan

panjang badan

Bagian badan yang mengalami pertumbuhan terpesat adalah badan, Bayi bertambah 1,25 cm perbulan, Panjang badan total meningkat 50% pada usia 1 tahun

lingkar kepala

rata – rata pertambahan lingkar kepala adalah 0,5 cm perbulan, pada usia 1 tahun lingkar kepala akan mencapai 46 – 47 cm

Karakteristik perkembangan penglihatan pada bayi

Lahir :

ketajaman penglihatan 20/100 – 20/400, dapat fiksasi dan mengikuti suatu objek bergerak dengan 450 dengan jarak 20 – 25 cm, belum dapat mengintegrasikan kepala dan pergerakan mata dengan baik

4minggu

dapat melihat objek bergerak 900, dapat melihat orang pada saat bayi diajak bicara, kelenjar air mata mulai berfungsi

6 – 12 minggu

mempunyai pandangan perifer sampai 1800, pemusatan pandangan pada objek dekat mulai 6 minggu, berkembang baik pada usia 3 bulan,, refleks mata bayi menghilang

12 – 20 minggu

mengenal botol susu, melihat tangan ketika duduk/tengkurap, dapat mengakomodasikan objek yang dekat

20 – 28 minggu

mengatur postur untuk melihat objek, dapat mengambil boneka yang jatuh, berkembangnya pengertian tentang warna untuk kuning dan merah, lebih suka pada stimulus visual yang komplek, perkembangan koordinasi tangan dan kaki

28 – 44 minggu

dapat fiksasi atau mengikuti objek yang kecil, tidak adanya pandangan binokuler

44 – 52 minggu

ketajaman pandangan 20/40 – 20/60, ketajaman hilang jika ada strabismus, dapat mengikuti pergerakan objek yang cepat

Karakteristik perkembangan pendengaran pada bayi

Lahir

respon pada suara keras dan reflek terkejut/moro, respon pada suara orang lebih cepat dari yang lain, suara rendah tinggi mempunyai efek mendiamkan

8-12 minggu: menoleh kepala ketika mendengar, dengan suara dekat telinga

12-16 minggu : menggerakan kepala ke sisi lokasi suara dan melihat objek yang dapat menimbulkan suara secara langsung

16-24 inggu : menggerakan kepala ke sisi suara , kemudian melihat ke atas ke bawah

24-32 minggu : berespon terhadap namanya sendiri

32-40 minggu : menggerakan kepala langsung ke arah sumber suara

40-52minggu

mengetahui beberapa kata dan artinya seperti “tidak” dan nama anggota keluarga, berusaha mengontrol sendiri respon terhadap suara seperti mendengar untuk mendengar suara itu ada lagi atau tidak

Karakteristik perkembangan keinginan untuk makan pada bayi

Lahir

reflek menghisap, menelan dan rooting; rasa makan dan keinginan untuk makan ditunjukan dengan menangis, bila sudah terpenuhi akan tidur; refleks ekstrusi kuat

3-4 bulan: reflek ekstrusi disadari, mulai terdapat koordinasi mata dan tangan

4-5 bulan : dapat mendekatkan bibir pada cangkir /tempat minum

5-6 bulan : menggunakan jari tangan untuk memasukan makanan ke dalam mulut

6-7 bulan : mengigit dan mengunyah

kadang – kadang memegang botol sendiri tapi tidak untuk minum

7-9 bulan

jika menolak makanan akan menutup bibir; memegang sendok dan bermain selama makan; kadang – kadang dapat minum dengan menggunakan sedotan atau minum dari cangkir dengan bantuan

9-12bulan

memasukan potongan makanan kecil sendiri; memegang botol sendiri dan minum dari botol tersebut; mulai dapat minum dengan elas /angkir tetapi masih banyak yang berjatuhan; mulai dapat menggunakan sendok tapi masih banyak yang berjatuhan

Perkembangan kognitif (tahap sensori motor)

Usia 0 – 1 bulan

perilaku involunter, refleksif primer, orientasi austistik, tidak ada konsep baik diri sendiri maupun orang lain

Usia 1 – 4 bulan

perilaku refleksif secara bertahap digantikan dengan gerakan volunteer, aktivitas berpusat di sekitar tubuh, membuat usaha awal untuk mengulang atau menirukan tindakan, banyak menunjukan perilaku trial and error, berusaha memodifikasi perilaku sebagai respon terhadap stimulus, menunjukan orientasi simbolik, terlibat dalam suatu aktivitas karena aktivitas tersebut mnyenangkan

Usia 4 – 8 bulan

menunjukan pengulangan tindakan yang bertujuan, menunjukan keinginan berperilaku untuk mencapai tujuan, menentukan perbedaan intensitas (suara dan penglihatan), menirukan tindakan sederhana, menunjukan permulaan objek permanen, antisipasi kejadian di massa yang akan datang (makan), menunjukan kesadaran bahwa diri sendiri terpisah dari orang lain

Usia 8 – 12 bulan

mengantisipasi kejadian sebagai sesuatu yang menyenangkan atau tidak menyenangkan, menunjukan tingkat kegawatan pada kesengajaan perilaku, menunjukan perilaku yang mengarah ke tujuan, mencari objek yang hilang, memahami arti dan kata – kata sederhana, menjadi lebih mandiri dari figure keibuan

Perkembangan bahasa

Usia 1 bulan : mendekur, membuat suara seperti huruf hidup, membuat suara merengek ketika sdang kesal, membuat suara berdeguk ketika sedang kenyang dan tersenyum

Usia 1 – 4 bulan : bersuara dan tersenyum, dapat membuat suara bunyi huruf hidup, bersuara dan berceloteh

Usia 4 – 8 bulan

menggunakan vokalisasi yang semakin banyak, menggunakan kata – kata yang terdiri dari 2 suku kata, dapat membuat dua bunyi vokal secara bersamaan (misalnya :”baba”)

Usia 8 – 12 bulan

menggunakan kata – kata pertama,menggunakan bunyi untuk mengidentifikasi objek, orang dan aktivitas, menirukan berbagai bunyi kata, dapat mengucapkan serangkaian suku kata, memahami arti larangan, berespon terhadap panggilan, menggunakan 3 kosakata, menggunakan kalimay satu kata

Perilaku sosialisasi

Usia 0 – 1 bulan ; bayi tersenyum tanpa mebeda – bedakan

Usia 1 – 4 bulan

tersenyum pada wajah manusia, membentuk siklus tidur bangun, menangis menjadi suatu yang berbeda, membeda – bedakan wajah yang dikenal dan tidak dikenal, senang menatap wajah yang dikenalnya, diam saja jika ada orang asing

Usia 4 – 8 bulan

merasaterpaksa jika ada orang asing, mulai bermain dengan mainan, takut akan kehadiran orang asing, mudah frustasi, memukul – mukul lengan dan kaki jika kesal

Usia 8 – 12 bulan

bermain permainan yang sederhana, menangis jika dimarahi, mengenali anggota keluarga, menunjukan peningkatan kecemasan terhadap perpisahan

ASUHAN KEPERAWATAN

PENGKAJIAN KEPERAWATAN

Review kembali catatan medik masalah kesehatan yang berkaitan dengan gangguan pada perkembangan anak

Kaji pengetahuan keluarga akan penyakit/masalah yag berkaitan dengan gangguan tumbang anak

Tentukan perkembangan anak sesuai umurnya (dengan DDST)

Kaji kemampuan fungsional anak yang meliputi kemampuannya dalam makan,mandi,berpakaian,berjalan,memecahkan masalah dan berkomunikasi.

Kaji persepsi orang tua kan tingkat perkembangan anak dan pengharapan mereka terhadap anaknya.

Kaji tentang hubungan orang tua denagan anak

Kaji sumber-sumber yang mendukung seperti tingkat perekonomian keluarga dll yang dapat mendukung perkembangan anak.

DIAGNOSE KEPERAWATAN

Isolasi social

Resiko cedera

Resiko pertumbuhan disproporsional

Resiko keterlambatann perkembangan

Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan

Adult failure to thrive

DAFTAR PUSTAKA

Doenges M.E. at al., 1992, Nursing Care Plans, F.A. Davis Company, Philadelphia

Donna L. Wong, 2004, Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik Edisi 4, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta\

Heardman T.H (2009), NANDA International NURSING DIAGNOSES: DEFINITIONS AND CLASSIFICATION 2009-2011. Wiley – Blackwell. United Kingdom.

Hudak C.M., 1994, Critical Care Nursing, Lippincort Company, Philadelphia.

Joane C. Mc. Closkey, Gloria M. Bulechek, 1996, Nursing Interventions Classification (NIC), Mosby Year-Book, St. Louis

Kuncara, H.Y, dkk, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddarth, EGC, Jakarta

Mansjoer A, 1999,kapita selekta Kedokteran Jilid II,media Aesculapius FK UI Jakarta

Potter PA, Perry AG, 1993. Fundamental of Nursing: concept, process and practice. Third edition. Missouri, US : mosby –year book inc.

Short JR, 1994 Penyakit anak Jilid 2,Bina Aksara,Jakarta

Soeparman. (1987). Ilmu Penyakit Dalam, Balai Penerbit FKUI, Jakarta.

Wong DL, 1995, Nursing Care Of Infant and Children Fifth Edition,Mosby Year Book,Philadelpia USA.

RECOGNIZE ANGER INSIDE US

There are many things in human heart. One of them is anger who can bring experience of intense, destructive and unhealthy emotions. We have to be able to handle it properly if we don’t want it cause drastic life changing consequences in our life. Unresolved anger can destroy something.

Anger is a feeling that makes people want to quarrel or fight. Anger is a very powerful emotion that can stem from feelings of frustration, hurt, annoyance, or disappointment. Anger is a normal response or feeling for human. But you have to recognize what anger is and in what level of anger we in.

Anger response level including:
1. assertive : we can express our anger without hurting someone’s feeling, or underestimate or killing someone’s self esteem. person can express their feeling or anger spontaneously, clearly, and openly without hurting someone’s feeling.
2. Frustration : anger response manifested in disappointment, defeat, stuck, failure to get what he want or need. the response that occurs due to failure to achieve goals because of unrealistic or obstacles in the process of achieving goals.
3. Passive are individuals unable to express his feelings. He keep anger inside. emotional state where individual try to pressed on his anger, escaping mentally, and try to delete the facts of their failures. it can be shown as apathy, ignorance, and stop caring.
4. Aggressive behavior that accompanies the anger and the urge to act in a destructive and is still controlled. aggressive person usually wont respect someone else rights. A demanding behave with threat words without intention to hurting. individual show hostility but he still able to control his behave.
5. Violence is uncontrolled behave signed by touch or hurt himself or others fearfully, Threat with action hurting or abuse himself or others from small until seriously injury.it is a strong feeling of anger and hostility with loose self-control. this is very destructive stage. individual can committed suicide or do criminal things (injuring or killing people).

I am sure everybody want to be at peace and content in their life. and some people dealing with anger management everyday. we have to recognize what anger is and in what stage we are right now. we have to open our mind and brave to be honest with ourselves.
There are many times if we wanna be honest to ourselves we realize how anger can bring troubles to our health, relationship, life, career, job etc. we have to be able to manage our anger with emotional intelligence (EI). Emotional intelligence (EI) is the ability to identify, assess, and control the emotions of oneself, of others, and of groups. and it is believed that EI play important role in someone’s successful.

Never to do anything in anger. Never make decision when your head boiled and ready to explode because anger. Take your time. cooling down and take a break. you suppose to make a decision after you calm down so you can use all your knowledge, wisdom and logic in your decision. Actually, it takes only a second to contemplate and light the lamp that will bring us to where peace is dwelling.
we have to develop how to manage anger in assertive way. develop how to communicate and express our feeling without yelling or in low tones, clearly, and to the point. And recognize how effective it can be. we will free from exhausted drama or conflict and of course it is very healthy to our mind, body and soul.

Additional verses about anger from the Bible:
Ephesian 4: 26,27,29, 31,32. Be angry but do not sin; do not let the sun set on your anger, and do not leave room for the devil. No foul language should come out of your mouths, but only such as is good for needed edification, that it may impart grace to those who hear. All bitterness, fury, anger, shouting, and reviling must be removed from you, along with all malice. And be kind to one another, compassionate, forgiving one another as God has forgiven you in Christ.

James 1: 19-20. Know this, my dear brothers: everyone should be quick to hear, slow to speak, slow to wrath for the wrath of a man does not accomplish the righteousness of God.

Proverbs 19:11. It is good sense to be slow anger, and an honor to overlook an offense.

Proverbs 15:1. A mild answer turns back wrath, but a harsh word stirs up anger.

Proverbs 15:18. the ill-tempered stir up strife, but the patient settle disputes.

Colossians 3:8, 12-13. But now you must put them all away. anger, fury, malice, slander and obscene language out of your mouths. Put on then, as God’s chosen ones, holy and beloved, heartfelt, compassion, kindness, humility, gentleness, and patience, bearing with one another and forgiving one another, if one has a grievance against another; as the Lord has forgiven you, so must you also do.

Psalms 37: 8. Refrain from anger; abandon wrath; do not be provoked; it brings only harm.

Proverbs 14:29. Long-suffering result in great wisdom; a short temper raises folly high.

Matthew 5:21-24. You have heard that it was said to your ancestors, ‘you shall not kill; and whoever kills will be liable to judgment’. But I say to you, whoever is angry with his brother will be liable to judgment, and whoever says to his brother, ‘raqa’ will be answerable to the Sanhedrin, and whoever says, ‘you fool,’ will be liable to fiery Gehenna. Therefore, if you bring your gift to the altar, and there recall that your brother has anything against you, leave your gift there at the altar, go first and be reconciled with your brother, and then come and offer your gift.

Galatians 5: 22-25. In contrast, the fruit of The Spirit is love, joy, peace, patience, kindness, generosity, faithfulness, gentleness, self-control. against such there is no law. Now those who belong to Christ have crucified their flesh with its passions and desires. If we live in the Spirit, let us also follow the Spirit.

“Anger and bitterness are two noticeable signs of being focused on self and not trusting God’s sovereignty in your life. When you believe that God causes all things to work together for good to those who belong to Him and love Him, you can respond to trials with joy instead of anger or bitterness.” ~ John C. Boger

“Be not angry that you cannot make others as you wish them to be, since you cannot make yourself as you wish to be.” ~ Thomas A’ Kempis

Have a great day and may peace be with you :)

FIGHT AND SAY “NO” TO DEPRESSION

Mood is emotional state that can effect someone’s life, personality and function. It has same meaning with feeling or emotion. Depression or melancoly is a maladaptive response in emotional response. Depression is a prolong or abnormal sadness or grieving. There would be many signs, symptoms, emotional state, reactions, diseases include in this matter. Many people have depression. Some of them realize and admit they have problem with depression and get professional helps but some of them confuse and not aware that they already have depression. Manifestation can be different between each persons. They may feel mood disorders like anger, anxiety, apathy, bitterness, upset, denial, guilt, powerlessness, desperate, lonely, low self-esteem, sadness, unworthy. Or maybe they will have some unique behaviors such as: aggressive, agitation, alcoholism, activity level change, drug addiction, irritable and sensitive, lack of spontaneous, demanding, lack of personal hygiene, social isolation, cry easily, self-isolation. Depression can  manifested BY abdomen cramp, anorexia, back pain, chest pain, constipation, headache, fatigue, impotent, insomnia, weakness, menstruation disorder, nausea, eating too much, not responsive sexually, sleep disorder, vomit, and weight alteration.  People with depression also have cognitive problems such as: ambivalent, confuse, unable to concentrate, unable to make decision, lost of interest and motivation, not optimist, blame themselves, insulting themselves, destructive thoughts about themselves.

How if we realize that we actually have depression or someone that we love or our  family have depression? What should we do? Well, for the first step, we must realize and accept the fact that we have depression. Then we have to open our heart to find out what is the core problems that make us become depression. We have to face the problems, not run away from it. We have to find out how to solve the problem in appropriate way. Suicidal or abusive or criminals are not the choice. Don’t ever think about that. If you do then stop.

As human being we all have capability to cope with everything in our life. Its depend on how our mind set are. For my personal opinion, I am not really agree to fight depression with medication and make someone become addict with the treatment. We have to find the core problems and find the solutions for that. You cant not treat the depression with the drugs if you still have the unsolved problems in your life. Be brave and face the life. If we have depression because we loose our job then find another job then. If you don’t happy with your job now then find another job that you love to do. If you feel not happy with a relationship then why you should keep maintain it. If you have great loss in your life (spouse, kids, partner) then you have to accept that. It is not easy to do. I know. But you have to deal with that instead living in denial.

You have to suggest yourself that you can fight the depression without medication. Well, sometimes it will help but don’t let yourself become addict too much with pills. pills can heal but also can be poisons in your body. So be wise, don’t take pills if you don’t really need it. The first way to fight depression is always maintain positive thinking. Try to make yourself being surrounded by positive people. You don’t need keep friendship or relationship with negative people that only drive you into worst failures. Open your mind and do some reflection on it through meditation daily. There are lots meditation website where you can learn about it online. I recommend this site : http://www.meditationhowto.net/

You also must maintain the regular daily schedule and have healthy life style. Depression can be fight with sleep well, eating healthy food (balance nutrients in vitamins, minerals, carbo, proteins from fresh vegetables, fruits, milk, cereals, fibers, meat and fish). Exercise especially yoga have been trusted bring lots benefits for our health. Take care of yourself and maintain good personal hygiene. You can go to beauty house to have complete treatment for your body (massage, creambath, manicure and padicure etc) or you can do it by yourselves at home. Clean and organize stuff in your room. Sorted it out and throw stuff that you don’t really need. Don’t keep the rubbish in your room that only make you feel dizzy. Have good spiritual life. remember, it is not only your body that need food. your spirit also need to be feed by special food and nourishment (prayers and relationship with God no matter what is your religion and belief). I do believe gardening and having pets also decrease depression. You can also listening to your fave musics and instruments. For my personal experience, I will become more bad mood if I hear loud and rock music during stressful time. But I do know that everybody have different ears, you are the only one that know yourself. Choose wisely.

The last thing that you need to know. Depression can be fight also with have healthy and good social relationship with others. Join the community and support group. Maintain the friendship with people that you can trust. You are the only that know when you need professional help to fight your depression. but remember you also have that strength within yourself to deal with that. You can’t give all responsibility in professional workers to heal your depression. You also have role and responsibility in your own life too. This is your life. In the end of the day, you will sleep on your own pillow, not others.

I wish this article can bring lots benefits into your life. I wish everybody have a great day and may peace be with you.

 

HOW TO AVOID DEPRESSION?

  1. Build and maintain supportive relationship. We tend to wanna be alone and lock our room and stay loneliness. But being surrounded by people usually decrease the depression itself. It would be better if you could join supportive group that have the same problem. When you “sharing” you could inspire and motivate others plus feeling much better after you know that you are not alone. For some introvert people it would be better if we can find best friend or family that truly loving us and trustworthy so we could share our problem. Stay away from people that only throw negativity into your face, make your weakness as a joke and gossips, and stab your back. You don’t need to keep that kinda relationship. Remember, you have to be wise and carefully to share your private problems to someone. Make sure you know the person properly and he or she know how to sealed his/her lips.
  2. Just love and taking care of yourself. We have to spend time for ourselves; taking care of ourselves, do what we like, do our fave things, sleep and rest properly and so some fun and excited activity. Just try to do yoga, relaxation and meditation. Massage and aromatherapy sometimes help to increase our mood :). Force yourself to do that kinda things although you don’t wanna do it when you are depression. And you will surprise after you feel so much better after doing that stuffs.  Easy listening or classic music sometimes help for me. My suggest for you just listen kinda music that you love.
  3. Do sport and exercise regularly. Sport and exercise can increase energy level and decrease tiredness. Physical activity can increase level of endorphin, decrease level of stress and muscle relaxation. I choose to do aerobic and Capoeira. so much fun! :) well you can choose whatever sport you like :).
  4. Eat FOOD that can boost your mood  AND HEALTHY:). We should have healthy and balance diet that consist of protein, carbohydrate, fruits and vegetables. I suggest to have fruits as breakfast. Fruits contains simply glucose that easily to be ingested and processed by our body. So you wont be sleepy at your class or office because eating too much carbo in the morning :P. You have to avoid sweet snack, pasta or fried potatoes cause this kinda food decreasing our mood and energy. Complex carbo like baked potatoes, wheat pasta, red rice, oatmeal, wheat bread, banana can increase level of serotonin. You have to make sure you get enough Vitamin B in your diet. Lack of  folic acid and vitamin B-12 can cause depression.  you can get it from supplement or acid fruits, green vegetables, nuts, chicken and egg. Especially for food that good to avoid stress I will make special articles for this.
  5. Avoid to have negative thinking. Being negative only make your problems getting worst and you will never find the resolution for that. Being negative is useless. Stop being pessimistic and change your mind set. Always think positively and react to something positively. Think positively toward people, toward everything, and you will surprise how wonderful your life can be :).
  6. Increase your emotional intelligence (EI). Do not underestimate your own emotion. When we react emotionally we will never can use our brain and logic thought. EI make us have ability to survive when we have problems, trauma and lost. EI help us become flexible person. If we have EI, we will still have hope in difficult situation and circumstances, control our overwhelmed feeling, healed soon from frustration and disappointment, ask help when we need it, and overcome troubles  with creativity and positively.
  7. You have to know and realize when you have to ask for help. Depression can be cured. Asking help not means we are weak person. If your depression getting worst and you start to hear “voices” and have will to do suicide you must seek professional for help.

how to do proper daily oral care

Take tooth brushing seriously. Brushing your teeth regularly and thoroughly is probably the single most important thing you can do to reduce your risk of cavities and gum disease. you should be careful not to brush excessively, as enamel may wear away from brushing too hard or too frequently. Generally speaking, brushing thoroughly twice a day is often enough to keep plaque from getting an upper hand. Some people may benefit from a third brushing in the middle of the day, particularly if they are high plaque producers or tend to get food caught in their teeth (e.g., due to braces) . You should just be sure to brush gently.

choose to use a toothbrush with soft bristles.It is best to use a soft-bristled brush and a gentle technique when brushing your teeth. Brushing with harder bristles or greater pressure is not necessary to remove plaque and runs the risk of wearing away enamel or irritating his gums. Plaque is soft and with thorough brushing should come off without force. As for the type of toothbrush you use-and there is a dizzying variety to choose from-this is less important than selecting a brush that fits comfortably in your hand and mouth, allowing you to effectively clean all tooth surfaces. Above all, you need to brush regularly and properly to get the benefit of your toothbrush, regardless of what type of brush you use.

You should try to remember to replace your toothbrush more often. A toothbrush with frayed or flared bristles is worn out. Experts agree that a toothbrush that is used regularly and properly should last about three to four months. After that , the brush is no longer dependable for removing plaque effectively and should be replaced. If the bristles of your toothbrush begin to flare sooner than three months, you may be brushing too hard. Some people replace their toothbrush after having a cold or flu. Although there is no hard scientific evidence for doing so, it certainly won’t hurt to replace your toothbrush sooner rather than later.

HOW TO BRUSH PROPERLY

People may not give much thought to brushing their teeth, but to reap the health benefits from this simple task, it needs to be done properly. The sole purpose is to get rid of harmful bacteria. As a rule of thumb, it should take at least 2 full minutes to remove plaque from all the tooth surfaces. Brushing for less than 2 minutes means that plaque is probably being missed. If a person brushes regularly, it should only take a light touch and good technique to get the job done. Holding a toothbrush like a pencil (rather than in a death grip) will limit the amount of force applied during brushing. However, it is important to be able to hold a toothbrush and to reach all tooth surfaces to do a thorough job brushing away plaque. One strategy for ensuring a thorough job is to take a systematic approach to brushing each of the surfaces of the teeth: the outer upper, inner upper, outer lower, inner lower, and chewing surfaces. Brushing in the same order each time is fine, but it is probably a better idea to switch the order. Following is a suggested approach, using a quick but light back and forth technique (not sawing!) to brush:

Start on one surface, such as the outer surface of the upper teeth. Beginning at the back teeth on one side, brush one or two teeth at a time and gradually work around to the other side. Then, brush the inner surface of the upper teeth, moving from the back teeth on one side to the back teeth on the other side. Then, go to lower teeth and repeat the process, brushing the outer and then the inner surfaces. Finally, brush the chewing surface of the upper and lower teeth, again moving from the back teeth on one side to the back teeth on the other and focusing on no more than one or two teeth at a time. When brushing the outer surfaces, hold the toothbrush at a 45-degree angle to the gums all the way around. For the inner surfaces, hold the brush at a 45-degree angle from the teeth at the back of the mouth up to the “eye teeth” (also known as the cuspids or canines). To brush the inner surfaces of the front teeth, hold the toothbrush vertically and brush up and down with the tip of the brush from the gum line to the ends of the teeth. After all tooth surfaces have been brushed, lightly brush the tongue (back and front) and then rinse with warm water.

As for how to handle your toothbrush, you should always:

  • Wash your hands before touching his toothbrush.
  • Clean your toothbrush before and after every use by roughly rubbing your thumb over the bristles for several seconds while running the brush under warm water.
  • Store your toothbrush with the head up in a clean container in open air, not in an enclosed case or in a place where the brush will touch other toothbrushes or surfaces.

FLOSSING

So, you are not in the habit of flossing. You are not alone. Of all good oral health habits, regular flossing is by far the least popular. Some people reach for floss only when something gets stuck between their teeth or they are due for a dental appointment. But food isn’t the only thing that can get between the teeth and cause grief. Plaque forms regularly between teeth, the same as it does on the surfaces of teeth. Even thorough brushing will not remove the plaque between the teeth. By taking time every day to clean these areas where a toothbrush can’t reach, you are helping to ensure that your gums stay healthy so that you never have to lose a tooth because of gum disease. The dental section of most drugstores is loaded with suggestions for how to remove plaque from between teeth. There is dental floss of every imaginable type, tools to make the flossing procedure easier, and alternative methods for cleaning between teeth if floss is not preferred or is too difficult to use.

TYPES OF FLOSS

It doesn’t matter what kind of floss a person uses. It matters that they use it. With the enormous variety of flossing products out there, why settle for one that doesn’t feel good or is hard to use? Experiment and find one that works. Here’s a quick rundown of the main types of floss:

  • Unwaxed: thread-type floss that is unwaxed and comes in various thicknesses, including ultrathin; some are shred resistant
  • Waxed: thread-type floss that has been lightly waxed to help it slide more easily into tight spaces
  • Dental tape: “ribbon floss” that is flattened to help maneuver it into tight spaces; dental tape may be easier on the fingers
  • Stiff-end floss: individual pieces of floss with a stiff end that threads into tight spaces, around braces, or under bridges
  • Floss made of spongy or expandable fibers: floss that stretches thin to fit into tight spaces and then springs back, making it possible to clean both tight and wide spaces effectively

FLOSSING AIDS

Here, too, the possibilities seem endless. If a person has difficulties flossing or is just “flossing challenged,” there is bound to be a tool to overcome the problem. For example:

Floss threaders: loops that are designed to help thread floss into difficult spaces, such as around braces or under bridges

Floss holders: typically a small tool with a Y-shaped end that holds a span of floss; the handle allows one-handed control, and the compact head makes it easier to reach the back teeth

Flossers: tools that are designed similar to floss holders, but instead of floss they have a disposable bow-shaped device that slips between the teeth; some flossers are battery operated and have an oscillating motion

FLOSSING ALTERNATIVES

Finally, if a person just can’t deal with floss or any of its kin, there are alternative methods they can use to clean plaque from between their teeth, including:

Interdental brushes: narrow spiral brushes that are fed between the teeth and used to clean around the gums; interdental brushes are also useful for cleaning around braces

Dental sticks: disposable, thin and flexible toothpick-like devices

HOW TO FLOSS USING THE “SPOOL” METHOD

It takes some skill and practice to floss effectively. It also takes a few minutes. Similar to brushing, flossing is best done in a systematic way to ensure a thorough job at removing plaque from between the teeth and around the gums. Following is a suggested approach, using the “spool” method:

  • Break off a piece of floss that is about 18 inches long. Wrap most of the floss around an index or middle finger and the other end around the same finger on the other hand. As you are flossing, you will be holding the floss firmly between your thumbs and fingers while you unwind new segments of floss from your one finger and take up used segments with your other finger.
  • Starting with the upper teeth, begin at the back teeth on one side of the mouth. First, floss the back of the last tooth. Curve the floss around the tooth in a “C” or “U” shape and gently work the floss into the gum line. Then, move the floss up and down over the back of the tooth.
  • Then, gently work the floss between the back tooth and the tooth next to it, using a back and forth motion, being careful not to force the floss into the gums. Once the floss reaches the gum line, curve it around one tooth, gently slide it into the space between the gum and tooth, and then move it up and down over the tooth. Repeat the process on the other tooth.
  • Move to the next two teeth and repeat the process, then the next, working around to the back tooth on the other side. Be sure to floss the back side of the last tooth.
  • Repeat the process on the lower teeth.

RINSING

You indicated that you use an oral rinse every day. This suggests a couple scenarios. Perhaps you want or have been advised to supplement your daily oral health routine? Or, you like the extra fresh feeling that a mouth rinse can provide? Possibly, you are concerned about bad breath? It is important for you to know when and if it makes good oral health sense to use a daily rinse and what types are best for you. You should discuss these issues with your dentist so you can select and use oral rinses appropriately.

WHAT ORAL RINSES DO

Oral rinses are liquids that are swished around in the mouth to control plaque, reduce tartar, fight cavities or freshen breath. The United States Food and Drug Administration (FDA) classifies oral rinses as being cosmetic, therapeutic, or a combination of both, depending on the type and concentration of ingredients in the rinse. Therapeutic rinses tend to contain additional “active” ingredients, such as fluoride, to prevent tooth decay, and antibacterial agents to control plaque and bacteria. Cosmetic and some low-potency therapeutic oral rinses can be purchased over-the-counter. Higher-potency therapeutic oral rinses are available only by prescription. For example, a dentist may prescribe a therapeutic fluoride rinse to help prevent tooth decay in someone at high risk for cavities or a therapeutic antibacterial rinse to prevent gum disease in someone who has high plaque levels despite regular brushing and flossing. Studies have shown that use of such higher potency rinses can help to reduce plaque and gum inflammation and can provide extra protection against tooth decay. Although less effective for plaque or cavity control, over-the-counter antibacterial and fluoride rinses are often recommended by dentists as a supplement to regular brushing and flossing for added protection against cavities and gum disease. A few words of caution are in order. Some cosmetic rinses contain high levels of alcohol and can cause a stinging or burning sensation in the mouth, gums, or teeth. They can also be lethal if swallowed in large quantities by children. And regular use of an antibacterial rinse may not always be a good idea, as this type of rinse can change the normal balance of bacteria in the mouth. Finally, oral rinses cannot cure and may only serve to delay treatment of certain oral health problems. It is important to recognize changes in oral health that should be brought to the attention of a dentist, such as bad breath that does not go away.

DAILY FLUORIDE EXPOSURE

You are brushing with fluoride toothpaste, which is what dental experts recommend. This recommendation is based on research evidence showing that exposure to fluoride leads to fewer cavities. Further, it has been found that cavity-fighting protection from fluoride increases with increased fluoride exposure. For these reasons, as a minimum defense against the formation of cavities, experts recommend brushing twice a day with fluoride toothpaste. This recommendation applies to everyone, not just kids. Fluoride helps replace minerals that have been lost from tooth enamel as a result of acid attacks on the teeth. If you have fillings, crowns, or bridges, fluoride is important to help reduce cavities in these areas. Fluoride is also helpful in protecting exposed roots from decay.

 

BASICS OF GOOD ORAL HYGIENE

Given the basics of cavities and gum disease, it should come as no surprise that plaque control is essential to oral health. But regularly removing plaque will help ensure that it does not sit around long enough to cause much trouble. To ensure the long-term health of your teeth and gums, dental experts recommend that you do the following:

Brush your teeth thoroughly twice a day with fluoride toothpaste. One of those times should be just before you go to bed. Saliva flow is reduced during sleep, so it’s a good idea to knock down the plaque before you turn in.

Floss or use an interdental cleaner once a day to remove plaque and food debris from between your teeth and under your gum line.

Eat a balanced and healthy diet rich in fruits and vegetables, and avoid between-meal snacks, particularly sweets.

Drink water throughout the day and avoid sodas or other sugary beverages.

Rinse with mouthwash to help prevent plaque, gum disease, and bad breath.

See a dentist regularly for oral exams and professional cleanings.

 

CAVITIES AND GUM DISEASE 101

When it comes to cavities and gum disease, there are only a few things a person needs to know to be smart about oral health.

  •  Mouths have bacteria. The mouth is home to millions of bacteria. These bacteria, along with substances that they secrete, form a troublesome substance called plaque.
  •  Bacteria produce sticky plaque. Plaque is soft and sticky and forms a stubborn film on and between teeth and around the gums. Plaque is like a bathtub ring. It comes off, but it needs to be brushed off.
  •  Some bacteria produce acids. Many types of bacteria thrive in the mouth (especially in mouth that aren’t cleared of plaque frequently). The mouth is a moist, dark place — just the kind of place most attractive to anaerobic bacteria, which don’t need oxygen to live. Anaerobic bacteria are the kind that most commonly contribute to gum disease. But other bacteria in the mouth produce acids.
  •  Acids cause tooth decay. Once released from bacteria, the acids can attack a person’s teeth. At first, the acids dissolve the minerals in enamel, breaking it down. At this stage, if the enamel is restored and the acids are put in check, the decay will stop. But, if the attacks continue and the acids eat through the enamel, a cavity forms. At this point, the cavity needs to be cleaned out and filled by a dentist.
  •  Plaque hardens to tartar if it sits too long. The longer plaque remains on a person’s teeth and around or under their gums, the more likely it is to harden into tartar. Tartar gives new plaque a convenient place to sit. But, unlike plaque, tartar cannot be brushed away. It needs to be removed by a dentist.
  •  Plaque and tartar irritate gums. The longer that plaque and tartar linger around and under a person’s gums, the more likely they are to cause the gums to become irritated. This can lead to gum disease. The first stage of gum disease (gingivitis) is reversible with good plaque control. More advanced gum disease (periodontitis) requires treatment.
  •  Saliva helps fight cavities and gum disease. Saliva provides several natural defenses against cavities and gum disease. Saliva not only helps to wash away food and plaque, it also helps neutralize the acids in the mouth and can contain fluoride, which helps protect teeth from decay.
  •  Fluoride helps prevent cavities. Fluoride helps to halt tooth decay, rebuild damaged enamel, and prevent future formation of cavities.

					

MALARIA 2

Definisi

Malaria adalah suatu penyakit infeksi yang ditularkan velalui vector disebabkan oleh parasit protozoa. (http://en.wikipedia.org/wiki/Malaria)

Malaria adalah suatu penyakit yang ditularkan oleh nyamuk yang disebabkan oleh empat spesies parasit protozoa yang masuk ke tingkat intraseluler dimana P. vivax adalah yang paling umum dan P. falciparum adalah yang paling patogenik. (Mehlhorn, 2001)

Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera dan primate lainnya, hewan melata dan hewan pengerat, yang disebabkan infeksi protozoa dari genus plasmodium dan mudah dikenali dari gejala meriang 9panas, dingin, menggigil) serta demam berkepanjangan. (http://www.infeksi.com/articles.php?Ing=in&pg=46)

Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat cepat maupun lama prosesnya, malaria disebabkan oleh parasit malaria / protozoa genus plasmodium bentuk aseksual yang masuk ke dalam tubuh manusia ditularkan oleh nyamuk malaria (anopheles) betina (WHO, 1981).

Malaria adalah suatau penyakit yang disebabkan oleh protozoa obligat intraseluler dari genus plasmodium (Achmadi, 2005)

Malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh parasit malaria, suatu protozoa darah yang termasuk dalam phylum Apicomplexa, kelas sporozoa, subkelas coccidiida, ordo eucoccidides, sub ordo haemosporidiidea family plasmodiidae, genus plasmodium (Nugroho dan Wagey, 2000)

Factor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Malaria

1. Agents (penyebab malaria)

Malaria disebabkan parasit protozoa dari genus Plasmodium (phylum Apicomplexa). Menurut Wikipedia plasmodium penyebab Malaria pada manusia dapat diklasifikasikan menjadi lima yaitu :

P. falciparum

P. falciparum adalah penyebab infeksi yang paling umum dan bertanggungjawab terhadap sekitar 80% dari semua kasus malaria. Juga bertanggungjawab terhadap 90% kematian yang disebabkan  malaria. P. falciparum menyebabkan malaria tropika (aestivo-autumnal atau demam rimba atau jungle fever)  yang merupakan bentuk malaria yang paling berbahaya. Masa inkubasi 7-14 hari.

P. malariae

P. malariae menyebabkan malaria quartana dengan masa inkubasi 18-40 hari. Infeksi parasit ini tidak ditemukan di daerah dengan suhu udara kurang dari 16°C.

P. ovale

Masa inkubasi 16-18 hari atau lebih lama. Terjadi di wilayah tropis Afrika (terutama Afrika Barat) dan beberapa daerah endemis di papua New Guinea, Filipina dan Asia Tenggara.

P. vivax

P. vivax terdapat di sebelah utara dan selatan dari garis katulistiwa antara suhu 15-16°C.  P. vivax  menyebabkan malaria tertiana dengan masa inkubasi 12-17 hari, kadang-kadang beberapa bulan, atau lebih dari 1 tahun. Mortalitas rerndah pada dewasa yang tidak ditangani tapi ditandai dengan kekambuhan yang mungkin terjadi selama 2 tahun setelah infeksi primer.

P. knowlesi

2. Inang (manusia dan nyamuk)

3. Manusia (inang antara)

Secara umum setiap mempunyai resiko yang sama untuk tertular infeksi malaria. Perbedaan prevalensi berdasarkan umur dan jenis kelamin sebenarnya berhubungan dengan perbedaan derajat kekebalan karena variasi keterpaparan kepada gigitan nyamuk. Bayi di daerah endemis malaria mendapat perlindungan maternal yang diperoleh secara transplasental. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perempuan mempunyai respom imun yang lebih kuat disbanding laki-laki, namun kehamilan menambah resiko malaria. Malaria pada ibu hamil mempunyai dampak yang buruk terhadap kesehatan ibu dan anak, antara lain berat badan lahir rendah, abortus, partus premature dan kematian janin intrauterine (harijanto, 2000).

Beberapa factor yang berpengaruh pada manusia adalah :

1. Ras atau suku bangsa

Pada orang yang mempunyai hemoglobin S (HbS) tinggi ternyata tahan terhadap infeksi  P. falciparum. Penyelidikan menunjukkan bahwa HbS menghambat perkembangbiakan P. falciparum pada waktu invasi sel darah merah maupun pada waktu pertumbuhannya.

2. Kekurangan suatu enzim tertentu

Kurangnya enzyme Glucose 6 Phosphate dehydrogenase (G6PD) ternyata member perlindungan terhadap infeksi P. falciparum yang berat. Keuntungan dari kurangnya enzyme ini ternyata merugikan  dari segi pengobatan penderita dengan golongan obat sulfonamide dan primakuin dimana dapat terjadi hemolisis darah.

3. Kekebalan / imunitas

Kekebalan pada penyakit malaria adalah adanya kemampuan tubuh manusia untuk menghancurkan Plasmodium yang masuk atau membatasi perkembangbiakannya. Kekebalan ada dua macam yaitu kekebalan alamiah (natural imunity) yaitu kekebalan yang timbul tanpa memerlukan infeksi lebih dulu dan kekebalan yang didapat (Acquired imunity). Acquired imunity dibagi menjadi dua macam yaitu kekebalan aktif (active imunity) merupakan penguatan dari mekanisme pertahanan tubuh sebagai akibat dari infeksi sebelumnya atau akibat dari vaksinasi, dan kekebalan pasif (passive imunity) merupakan kekebalan yang didapat melalui pemindahan antibody atau zat-zat yang berfungsi aktif dari ibu kepada janinnya atau melalui pemberian serum dari seseoranng yang kebal penyakit (depkes, 1999).

4. Nyamuk anopheles (inang definitive)

Ditinjau dari kehidupan nyamuk ada tiga jenis tempat untuk kelangsungan hidupnya yaitu tempat untuk istirahat (resting site), tempat untul berkemabangbiak (breeding ecology) dan tempat untuk mencari darah (feeding habit). Ketiga tempat ini merupakan suatau system yang saling menunjang dan tidak bisa dipisahkan untuk keberlangsungan hidup nyamuk. Ada dua perilaku istirahat yaitu istirahat sebenarnya dimana istirahat selama waktu menunggu proses perkembangan telur dan istirahat sementara yaitu istirahat pada waktu sebelumdan sesudah mencari darah (Idris-Idram et al., 2000)

Perilaku mencari darah umunya dilakukan pada malam hari, biasa dilakukan di luar rumah atau di dalam rumah. Tempat perindukan dan berkembangbiak yang sesuai dan disenangi , seperti yang terkena sinar matahari, air tawar atau payau, untuk pertumbuhan larva nyamuk lebih suka ditemapt yang teduh (harijanto,2000).

Malaria pada manusia hanya dapat ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina. Nyamuk Anopheles terutama hidup di daerah tropic dan subtropik dan juga hidup di daeah beriklim sedang. Anopheles jarang ditemukan pada ketinggian lebih dari 2000-2500 m. sebagian besar Anopheles ditemukan di dataran rendah. Taken dan Knols (1997) menyebutkan bahwa spesies nyamuk Anopheles kira-kira mencapai 400 spesies dan telah ditemukan 67 spesies yang dapat menularkan malaria dan 24 diantaranya ditemukan di Indonesia.

Efektifitas vector untuk menularkan malaria ditentukan oleh factor-faktor di bawah ini :

a.  Kepadatan vector dekat pemukiman manusia Kesukaan menghisap darah manusia atau antropofilia.

b. Frekuensi menghisap darah (tergantung dengan suhu)

c. Lamanya sporogoni (berkembangnya parasit dalam nyamuk sehingga menjadi infektif)

d. Lamanya hidup nyamuk harus cukup untuk sporogoni dan kemudian menginfeksi jumlah yang berbeda-beda menurut spesies

Nyamuk Anopheles betina menggigit antara waktu senja dan subuh, dengan jumlah yang berbeda-beda menurut spesiesnya. Sifat dan kebiasaan makan dan istirahat nyamuk Anopheles dapat dikelompokkan sebagai berikut :

Endofilik         : suka tinggal dalam rumah / bangunan

Eksofilik          : suka tinggal di luar rumah

Endofagik       : suka menggigit dalam rumah/bangunan

Eksofagik        : suka menggigit di luar rumah/bangunan

Antropofilik    : suka menggigit manusia

Zoofilik           : suka menggigit binatang

Jarak terbang nyamuk Anopheles adalah terbatas, biasanya tidak lebih dari 2-3km dari tempat perkembangbiakannya. Bila ada angin yang kuat, nyamuk Anopheles bisa terbawa jauh samapai 30km dari tempat perkembangbiakannya (harijanto, 2000).

5. Lingkungan (environment)

6. Biologis

Yang dimaksud lingkungan biologi adalah flora dan fauna. Misalnya seperti tunbuhan bakau, lumut, ganggang, dan berbagai tumbuhan air lainnya data mempengaruhi kehidupan larva nyamuk karena mereka memberikan perlindungan dari sinar matahari atau dari sergapan mush-musuh alami. Adanya musuh biologi berupa ikan pemangsa larva  di tempat perindukan nyamuk akan membatasi pertambahn larva nyamuk. Misalnya ikan kepala timah (Panchax sp), gambusia, nila, mujair dan lainnya akan memperngaruhi populasi nyamuk di suatu daerah. Adanya ternak seperti sapi, kerbau, dan babi dapat mengurangi jumlah gigitan nyamuk pada manusia, apabila ternak tersebut dikandangkan tidak jauh dari rumah (Gunawan,2000). Mush-musuh alami lainnya seperti jamur, protozoa, bakteri tertentu dapat berperan sebagai kendala pertambahan nyamuk. Predator-predator lain seperti katak, cecak dapat mengancam kelangsungan  hidup nyamuk (Utama, 2003).

7. Fisik

Lingkungan fisik merupakan factor penentu penyebaran penyakit malaria dan insidensi malaria di suatu wilayah tertentu. Suhu udara sangat mempengaruhi panjang pendeknya siklus sporogoni atau masa inkubasi ekstrinsik (terhisapnya gametosit oleh nyamuk sampai terjadinya dan siapnya sporozoit. Makin tinggi  suhu makin pendek masa inkubasi intrinsic dan begitu juga sebaliknya.

8. Perilaku manusia dan social  budaya

Siklus hidup parasit malaria

Siklus aseksual dalam tubuh manusia : (Fase sporozoit, Fase pre-eritrositer / eksoeritrositer, Fase eritrositer, Fase gametogoni)

Siklus seksual dalam tubuh nyamuk

Patofisiologi

Toksisitas dan sitokin, Sequestration, Cytoadherence, Vascular endothelial ligands, Resetting, Aggregation, Deformability, Immunological process, Permeabilitas.

Patologi  dan Komplikasi kronis

Patogenesis

Malaria cerebral sampai dengan coma; Kejang; Gagal ginjal akut; Edema paru akut; Perubahan pada cairan dan elektrolit; Koagulopati dan trombositopenia; Blackwater fever; Spleenomegaly; Disfungsi gastrointestinal; Disfungsi hati; Acidosis metabolic; Hipoglikemia; Disfungsi plasenta; Infeksi bakteri ; Anemia; Hipotensi; Demam persistent

Komplikasi kronis :

Quartan nephropathy; Hyper-reactive malarial spelomegaly; Lymphoma

Pencegahan dan Kontrol Malaria

Metode yang digunakan untk mencegah penyebaran penyakit ini atau untuk melindungi individu yang berada di daerah endemis malaria meliputi obat-obatan profilaksis, eradikasi nyamuk, dan pencegahan terhadap gigitan nyamuk. Keberlangsungan penyakit malaria yang berlanjut di suatu daerah memerlukan kombinasi dari kepadatan populasi manusia yang tinggi, kepadatan populasi nyamuk yang tinggi, dan rata-rata penularan dari manusia ke nyamuk dan dari nyamuk ke manusia yang tinggi. Bila beberapa  factor di atas diturunkan, parasit pelan-pelan akan segera hilang dari area tersebut seperti yang terjadi di amerika Utara, Eropa, dan banyak daerah di Timur Tengah.

Macam2 pencegahan dan control malaria yang bisa dilakukan:

Control vector; Obat-obatan profilaksis; Indoor residual spraying ; Penggunaan kelambu dan pakaian saat tidur.; Vaksinasi; Metode  lainnya

 

MALARIA 1

Epidemiologi Malaria

Epidemiologi malaria adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang penyebaran penyakit malaria beserta factor-faktor yang mempengaruhinya (Depkes, 2003) dan dalam epidemiologi malaria ada tiga factor penentu dan harus dianalisis  hubungannya yaitu host (manusia dan nyamuk anopheles betina), agent (bibit penyakit) dan environment (lingkungan). Nyamuk disebut sebagai host definitive karena di dalam tubuhnya berlangsung fase seksual parasit malaria. Sedangkan manusia disebut host intermediate karena di dalam tubuhnya berlangsung fase aseksuaL.

Distribusi

Prevalensi malaria meningkat dengan pesat dalam decade terakhir ini. Terhitung 300-500 kasus setiap tahunnya, yang terjadi di 101 negara dan wilayah, dimana setengahnya berada di Sahara Afrika selatan (World Health Organization (WHO), 1998b). epidemis yang terjadi baru-baru ini menyebabkan angka kematian yang tinggii, kebanyakan terjadi di daerah yang sebelumnya dinyatakan bebas malaria (Nchinda,1998). Terhitung  3000 anak balita meninggal karena malaria setiap harinya (WHO 1998b). melakukan perjalanan udara yang sering juga dapat mengakibatkan peningkatan jumlah kasus imported dan kematian pada turis dan pengunjung yang kembali dari Negara berkembang.

Sejumlah factor tampaknya berkontribusi terhadap timbulnya  kembali malaria (Nchinda,1998). Yang meliputi program control yang tidak berjalan sebagaimanamestinya, penyebaran parasit malaria yang resistant terhadap kloroquin dan quinolin lainnya dengan cepat, perpindahan penduduk non-imune (engan tujuan pertanian, komersial atau perdagangan) dari area yang bebas malaria ke area yang penularannya tinggi. Tambahan, konflik peperangan juga mengakibatkan perpindahan populasi pengungsi dalam jumlah besar ke area yang kondisi hidupnya sulit dan resiko malaria tinggi. Perubahan pola curah hujan dan pembukaan lahan baru, menimbulkan berkembangnya sarang nyamuk yang baru, dan perubahan perilaku vector mempersulit masalah ini lebih jauh lagi. Pada umumnya, respon pemerintah terhadap perubahan situasi malaria lambat sekali karena efeksamping dari kondisi social ekonomi dan sumber daya kesehatan yang terbatas.

Malaria sebagian besar terjadi di daerah tropis dengan kelembaban  udara yang tinggi dan suhu udara yang berkisar antara 20-30°C yang memberikan kondisi optimal bagi vector nyamuk dan untuk perkembangan dadn penularan parasit malaria itu sendiri. Sebaliknya, penularan malaria tidak terjadi pada  temperature di bawah 16°C  atau pada ketinggian lebih dari 2000m karena hanya ada sedikit perkembangan parasit malaria pada nyamuk dalam kondisi  ini.

90% kasus malaria terjadi di sub-Sahara Afrika. P. falciparum adalah spesies predominant di Afrika dan bertanggungjawab terhadap kematian 1 diantara 20 orang anak Afrika di wilayah pedesaan sebelum mereka berumur 5 tahun (Murphy and Oldfield, 1996). Sebagian dari 74% populasi di wilayah Afrika hidup di area dimana penularan malaria hebat sekali dan sudah terjadi selama bertaun-tahun (WHO,1996). P. falciparum juga merupakan spesies predominant di Papua  New Guinea dan Haiti. P.vivax predominasi di Afrika Utara, timur tengah, amerika tengah dan selatan. Di India 40% kasus mrupakan P. falciparum. Malaria di daerah perkotaan terjadi di India, di sejumlah kota besar di India yang meliputi Bombay, Delhi, Calcutta dan madras (WHO, 1996). Di daerah lain, prevalensi kedua spesies ini seimbang. P. vivax sangat jarang di sub-Sahara Afrika. P. ovale ditemuakn di Afrika Barat dan P. malariae meskipun banyak ditemukan di berbagai daerah, kebanyakan banyak ditemukan di Afrika.

Penularan dan pola klinis malaria kemungkinan bervariasi, bahkan dalam area geografis yang kecil sekalipun, tergantung pada karakteristik vector nyamuk anopheles dan kerantanan  dan aksestibilitas manusia sebagai host. Pada sebagian besar situasi, penularan malaria tampak secara langsung berhubungan dengan kepadatan vector (seringkali maksimal pada musim hujan yang lembab), berapa kali manusia tersebut digigit nyamuk setiap harinya,dan masa hidup naymuk itu sendiri. Spesies nyamuk anopheles yang berbeda bervariasi dalam kemampuan mereka menularkan malaria dan mendekati 400 spesies nyamuk yang diketahui hanya kira-kira 60 yang dipertimbangkan sebagi vector utama. (Bruce-chwatt 1985; Zheng and Kafatos, 1999) anopheles gambiaecomplex dan A. funestus adalah vector utama di Afrika. A. culicifacies, A. dirus, A.sinensis, A.minimus di Asia, A. farauti, dan A.maculatus di Pasifik, dan A. albimanus di Amerika Selatan.

Nyamuk anopheles dapat dikenali ketika menghisap darah belalai, kepala dan perut berada dalam satu garis lurus pada sudut kira-kira 45 dari permukaan dimana mereka hinggap. Masing-masing spesies anopheles memiliki pola perilakunya masing-masing, yang mempengaruhi perannya dalam penularan. Misalnya, A.gambiae complex adalah vector malaria tersukses karena keuletan (resilient), masa hidup yang lama, dan menggigit manusia dengan frekuensi sering. A.dirus complex berkembang biak di pepohonan dekat genangan air dan merupakan penyebab utama “forest fringe” demam rimba di Asia tenggara.

Factor-faktor yang memepengaruhi distribusi malaria adalah :

Factor parasit

Agar dapat terus berlangsung hidup, parasit malaria harus ada dalam tubuh manusia, untuk waktu yang cukup lama dan menghasilkan gametosit jantan dan betina pada saat yang sesuai untuk penularan. Parasit juga harus menyesuaikan diri dengan sifat-sifat spesies nyamuk  Anopheles yang anthropofilik agar sporogoni dimungkinkan dan menghasilkan sporozoit yang efektif.

Factor manusia

Secara umum setiap orang dapat terkena malaria. Perbedaan prevalensi menurut umur dan jenis kelamin berkaitan dengan derajat kekebalan karena variasi keterpaparan pada gigitan nyamuk. Iklim panas mempengaruhi tingkah manusia untuk tidur dan suka berada di luar rumah, sehingga meningkatkan kontak dengan anopheles. Nyamuk anopheles paling aktif pada cuaca panas, untuk mencari makan antara senja hari dan dini hari. Selama musim panen atau mendekati musim panen para petanitidur di kebun pertanian atau persawahan, tanpa perlindungan yang cukup dari gigitan nyamuk, untuk menjaga tanaman dari hama dan pencurian. (Wood et al., 1992b)

Factor nyamuk

Penyakit malaria pada manusia hanya dapat ditularkan nyamuk anopheles betina. Di setiap daerah penularan malaria biasanya hanya ada 1 atau paling banyak 3 spesies Anopheles yang menjadi vector penular malaria. Di Indonesia telah ditemukan 24 spesies Anopheles yang dapat menularkan malaria. Sebagian besar nyamuk anopeheles ditemukan di dataran renadah aatau di bawah ketinggian 2000m.

Tipe transmisi / penularan malaria

Endemis

Malaria dikatakan endemis bila ada insidens kasus  konstan / menetap dan penularan di suatu area melebihi periode tahunan berturut-turut (Bruce-Chwatt, 1985). Endemisitas kemungkinan ditentukan angka spleen dan rata-rata parasit pada anak usia 2-9 tahun (White, 1996a). hipoendemisitas menggambarkan suatu situasi dimana hanya ada sedikit penularan malaria dan dampak pada populasi kecil; mesoendemisitas merujuk pada  intensitas penularan yang bervariasi dimana imunitas tidak mencukupi untuk melindungi dan melawan penyakit di semua kelompok usia. Holoendemisitas merujuk pada penularan hebat sepanjang tahun, menghasilkan imunitas yang tinggi terhadap malaria pada semua kelompok usia (terutama dewasa) dan angka kematian maksimal pada anak kecil dan wanita hamil. Individu yang hidup di area holoendemisitas kemungkinan mendapat lebih dari dua gigitan nyamuk per hari. Evaluasi serologi,  kepadatan vector, longevity (masa hidup), dan angka infeksi  sporozoit juga digunakan untuk mengkaji aktivitas malaria di daerah endemis.

Epidemis

Epidemis malaria mengindikasikan peningkatan periodic dalam jumlah kasus malaria di daerah endemis atau suatu peningkatan tajam dari insidens ,alaria diantara suatu populasi dimana penyakit tersebut tidak diketahui. Epidemis seringkali musiman dan secara utama berhubungan dengan peningkatan aktivitas berkembangbiak dan survival (bertahan hidup) dari vector anopheles atau peningkatan kerentanan atau aksetibilitas populasi manusia. Epidemis malaria diasosiasikan dengan suatu mortalitas yang tinggi (Bruce-Chwatt,1985). Epidemis terjadi di India, sri Lanka, Asia Tenggara (termasuk Vietnam), Madagscar dan brazil.

Imported

Malaria diklasifikasikan sebagai imported ketika infeksi  didapatkan dari area luar. Kasus sekunder, terkena secara local dari imported kasus, disebut introduced malaria (malaria awal). Imported malaria meningkat tahun-tahu terakhir  ini sebagai akibat dari peningkatan jumlah perjalanan internasional menggunakan pesawat terbang dan resistensi terhadap antimalaria yang makin memburuk. Seekor nyamuk anopheles yang diimport  (yang biasanya ditansportasikan dari suatu area endemis ke daerah non emdemis oleh pesawat terbang) seringkali menularkan malaria. Hal ini dikenal sebagai airport malaria (Jenkin et al., 1997).

Accidental

Penularan malaria accidental kemungkinan jarang terjadi. (biasanya diakibatkan transfuse darah, transplantasi, penggunaan jarum suntik secara bersama-sama oleh pecandu  narkoba atau kecelakaan kerja di laboratorium; Burne, 1970; Freedman, 1987) . infeksi congenital pada bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi juga telah didokumentsikan dengan baik (Ahmed et al., 1998) dan secara relative umumnya terjadi di Afrika.

Pola klinis penyakit

Prevalensi penyakit, parasitemia, dan splenomegaly berkurang sesuai umur di daerah dengan endemisitas malaria tinggi karena imunitas parsial yang perlahan-lahan didapatkan setelah mendapatkan infeksi yang berulang (stable malaria). Sebagaimana intensitas malaria meningkat, malaria klinis menjadi terkonsentrasi pada usia muda (<10 tahun ) dan malaria berat (malaria serebral atau anemia berat) pada anak yang sangat muda (<5 tahun) (Molineaux, 1996). Bayi di daerah endemis jarang menghasilkan gejala klinis, kemungkinan karena ketidakmampuan relative parasit untuk menggunakan HbF dan juga karena imunitas yang dikembangkan dalam rahim, termasuk transfer antibody  maternal secara pasif (Pasvol et al., 1977; McGregor, 1984). Pada tahun-tahun awal terpapar, pola klinis penyakit bervariasi tergnatung dari level exposure / paparan. Dalam 2 tahun pertama kehidupan, anemia berat merupakan pembunuh utama  di area dengan penularan sangat tinggi. Malaria serebral predominasi pada sedikit  anak yang lebih tua di area yang paparannnya lebih kurang (Snow et al., 1994). Sebagian besar dewasa  tidak berkembang kea rah malaria berat di daerah hiperendemis atau holoendemis kecuali mereka meninggalkan area malaria tersebut dan kembali beberapa tahun kemudian ketika imunitas mereka menurun. Tambahan, sebagian besar malaria pada dewasa di daerah ini asimptomatis.

Infeksi simptomatis lebih umum terjadi pada umur berapapun di  area dimana penularan malaria rendah atau erratic/ tak menentu (unstable malaria). Malaria berat, yang ditandai dengan malaria serebral, edema paru, jaundice atau ARF (Acute Renal failure) juga lebih umum terjadi pada dewasa di daerah unstable malaria (Hien et al.,1996). Bila rata-rata penularan malaria di area hiperendemis atau holoendemis jatuh, karena hasil dari control malaria atau curah hujan yang berkurang, malaria berat kadang-kadang terjadi pada dewasa yang imunitasnya menurun dan terjadi epidemis.

Di area non malaria, malaria kemungkinan ditularkan melalui darah dari turis, pengunjung, imigran, dan personil militer yang kebali.diperkirakan 7000-8000 kasus  imported malaria dilaporkan setiap tahunnya di Eropa (Behrens and Curtis, 1993; Bradley et al., 1994) dan 1000 kasus di USA (Centers for Disease Control and Prevention, 1995). Negara asal imported malaria tergantung dari tujuan umum populasi perjalanan dilakukan. (misalnya Afrika adalah tujuan umum bagi turis Inggris, Asia Tenggara merupakan tujuan bagi turis Australia) dan sebagian besar menentukan agen etiologi yang menyerang , apakah P. falciparum atau P. vivax. Factor penting lainnya adalah penggunaan dan tipe kemoprofilaksis antimalaria yang digunakan. Bagi yang minum obat profilaksis dengan teratur (seringkali kurang dari50% turis), kemungkinan menggunakan regimen yang melindungi dari infeksi P. vivax, memberikan perlindungan yang inadekuat melawan P. falciparum yang resisten terhadap obat (Svenson et al., 1995). Kemtian berhubungan dengan impoted malaria umum terjadi pada usia lanjut dan biasanya disebabkan diagnosis yang terlambat atau misdiagnosis (Greenberg and Lobel, 1990). Bagaimanapun juga, kadang-kadang penyakit fulminan berkembang dan kematian terjadi walaupun dudah diberiakn penanganan dan diagnosis yang baik (Greenberg and Lobel, 1990).

Resistensi terhadap obat

Dimanapun obat antimalaria digunakan secara luas, biasanya  diikuti dengan resistensi. Resiten terhadap Pyrimethamine dan Chloroquin tersebar luas dan resisten terhadap sulphadoxine-pyrimethamine terjadi di Thailand dan lain-lain juga terjadi di banyak Negara di Afrika. Resisten terhadap mefloquine dan quinine dilaporkan di Thailand dan Vietnam.